Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
ProfesionalismeRagam BeritaTokoh Berbicara

Rantai Marwah Forwaci: Dari Saung Bintek, Ngopi Hasil Halal, Hingga Mimbar Pengukuhan KTH

×

Rantai Marwah Forwaci: Dari Saung Bintek, Ngopi Hasil Halal, Hingga Mimbar Pengukuhan KTH

Sebarkan artikel ini

BANDUNG. Forwacinews.com – Marwah Formasi Wartawan Cimaung Indonesia (Forwaci) tidak lahir dari gedung megah. Marwah ditempa di saung bambu, diuji lewat hasil kerja halal, lalu dikawal sampai mimbar resmi.

Tiga potret itu terekam rapi dalam dokumentasi Forwaci sejak Kamis, 25 Juli 2024. Pertama, di Saung Forwaci, Yudika sebagai Sekjen Forwaci menggelar Bintek Jurnalistik. Dengan kaos PAKAR dan kacamata di kepala, ia menorehkan Strata penulisan berita di papan tulis. SOP PNB, 5W+1H, hingga teknik judul Title Case diajarkan tanpa sekat dan tanpa amplop.

“Abah dikenal pejabat mitra kerja dan koordinator wartawan yang dituakan karena skill, bukan harta,” pesan itu jadi benang merah setiap goresan spidol.

Kedua, marwah diuji lewat kerja. Potret kebersamaan tim Forwaci di warung sederhana memperlihatkan diskusi sambil memantau hasil tulisan yang konsisten tayang. Screenshot perkiraan penghasilan cukup wartawan Forwaci hidup dari keringat sendiri, bukan titipan. Ngopi bareng = silaturahmi + konsolidasi marwah.

Ketiga, skill yang sama mengantarkan Yudika yang kini akrab disapa Abah ke mimbar resmi. Saat Pengukuhan Kelompok Tani Hutan di desa-desa wilayah kecamatan Pangalengan Binaan Perhutanan Sosial (PS).

Potret terbaru di saung pinus melengkapi rantai ini. Tulisan “Di hutan belajar sabar, bersama sahabat belajar setia” jadi cermin. Tidak ada meja rapat, hanya bangku kayu dan lingkaran orang setia. Anjing hitam putih yang duduk tenang seakan jadi simbol Redaksi Forwaci: kalem, tapi ngunci gawang.

Dari doa 2020 hingga Allah mengirimkan tangan kanan utuh April 2026, rantai marwah ini terjaga. Dari papan tulis ke mimbar, dari lokal ke Google Search halaman 1.

Forwacinews.com menegaskan, komunikasi dan pendidikan jurnalistik adalah “quota nafas” yang dijaga Yudika Adjie sampai fase tidak terbatas.

Reporter: Ummy Komariah | Redaktur: Iduy Metai

Example 300250

Tinggalkan Balasan