Bupati Bandung KDS, saat menghadiri kegiatan Silaturahmi dan Kunjungan Kerja dalam rangka Penguatan Kinerja Kepala Sekolah se-Sub Rayon 8 Kabupaten Bandung di SMP Negeri 1 Ciparay, Rabu (12/8/2026).
BANDUNG. ForwaciNews – Bupati Bandung, Dadang Supriatna menegaskan pentingnya peran kepala sekolah sebagai garda terdepan dalam peningkatan mutu pendidikan. Ia meminta seluruh kepala sekolah SD dan SMP Negeri di Kabupaten Bandung untuk fokus mencerdaskan peserta didik, bukan mencari keuntungan pribadi dari jabatannya.
Penegasan tersebut disampaikan Dadang Supriatna saat menghadiri kegiatan Silaturahmi dan Kunjungan Kerja dalam rangka Penguatan Kinerja Kepala Sekolah se-Sub Rayon 8 Kabupaten Bandung di SMP Negeri 1 Ciparay, Rabu (12/8/2026). Kegiatan ini dihadiri ratusan kepala sekolah dari wilayah Ciparay dan sekitarnya.
Dalam sambutannya, Dadang yang akrab disapa KDS menyampaikan apresiasi tinggi kepada para kepala sekolah. Menurutnya, kepala sekolah memegang peran strategis dan menentukan arah kualitas pendidikan di masing-masing satuan pendidikan.

“Saya sangat menghormati dan mengapresiasi para kepala sekolah. Karena kepala sekolah itu adalah garda terdepan dalam pendidikan. Maka harus berpikir bagaimana meningkatkan mutu pendidikan di sekolah masing-masing,” ujar KDS.
KDS dengan tegas mengingatkan agar kepala sekolah tidak menjadikan jabatan sebagai ajang mencari keuntungan. Ia meminta para kepala sekolah menempatkan kepentingan peserta didik di atas kepentingan pribadi.
“Jangan berpikir bagaimana untuk setoran. Tetapi berpikirlah bagaimana memberikan pendidikan kepada anak-anak kita sehingga menghasilkan anak-anak yang cerdas, berprestasi dan berakhlakul karimah,” tegasnya.
Lebih lanjut, KDS memaparkan lima hal penting yang harus dipersiapkan dalam menghadapi visi Indonesia Emas 2045. Pertama adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia yang profesional dan memahami digitalisasi. Ia meminta kepala sekolah dan guru tidak tertinggal dalam memahami perkembangan teknologi seperti kecerdasan buatan atau AI dan ChatGPT.
Kedua, penguatan data. KDS meminta data pendidikan di Dapodik harus akurat dan selalu diperbarui. Data yang valid ini penting untuk memetakan potensi peserta didik dan merancang program yang tepat sasaran di setiap sekolah.
Ketiga adalah research and development atau kajian dan pengembangan. Sekolah diminta tidak hanya menjalankan rutinitas, tetapi juga melakukan inovasi. Penguatan muatan lokal seperti Pancasila, UUD 1945, bahasa dan budaya Sunda, serta kemampuan membaca dan menghafal Al-Qur’an juga ditekankan sebagai bagian dari pembentukan karakter.
Keempat, membangun institusi yang kuat dan kompak. KDS menekankan kekompakan antara kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, dan peserta didik adalah kunci keberhasilan. “Tidak akan disebut kepala sekolah kalau tidak ada guru. Tidak akan disebut kepala sekolah kalau tidak ada murid,” katanya.
Kelima, pengelolaan keuangan yang baik dan bertanggung jawab. KDS mengingatkan kepala sekolah harus memahami seluruh dokumen anggaran sebelum menandatanganinya. “Urusan uang itu sangat sensitif. Kepala sekolah harus bertanggung jawab penuh,” ujarnya.
Selain itu, KDS juga mendorong penegakan disiplin dan kepekaan sosial di lingkungan sekolah. Ia mencontohkan agar kepala sekolah dan guru datang lebih awal untuk menyambut siswa. Ia juga meminta sekolah peduli jika ada peserta didik yang tidak memiliki perlengkapan dasar seperti sepatu.
Di akhir sambutannya, KDS berharap seluruh kepala sekolah di Kabupaten Bandung menjalankan tugas dengan integritas. Ia menekankan peningkatan mutu pendidikan adalah prioritas utama untuk menyiapkan generasi penerus bangsa.
“Mari kita niatkan bersama untuk mencerdaskan anak bangsa, membentuk generasi yang berkarakter, dan mempersiapkan pemimpin-pemimpin bangsa untuk Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.
Sumber: Humas Pemkab Bandung – Diskominfo
Editor: Yudika Adjie
















