BANDUNG | Forwacinews.com – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) bekerjasama dengan Komisi X DPR RI selenggarakan Workshop Pendidikan. Kegiatan berlangsung di Hotel Cardela Jl. Soekarno Hatta. Jum’at 27/7/2024. Mulai pukul 14:00 s/d 17:00 WIB
Dari pantauan tim media, nampak hadir Kepala Balai Besar Guru Penggerak Kemendikbud dan Ristek Muhammad Mubarok, Prof. Dr. Asep Saepul Muhtadi dari Universitas Negeri Islam (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung dan Prof. Dr. Lena Nuryanti Sastradinata dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung.
Selain itu hadir pula selaku narasumber undangan khusus yaitu Wakil Ketua Komisi X DPP RI Dede Yusuf Effendi serta Caleg DPRD Jawa Barat terpilih Saeful Bachri.
Kegiatan tersebut secara antusias diikuti oleh 100 peserta yang terdiri dari Guru, Kepala Sekolah, Mahasiswa, Adik adik Pramuka, Aktivis Pemberdayaan masyarakat Kab. Bandung.
Adapun tema yang digelar dalam acara tersebut adalah perihal guru dan kurikulum merdeka yang masih menyisakan masalah dan jam mata pelajaran (Jampel) yang harus dipenuhi seorang guru di sekolah.
Pada forum tersebut, Muhammad Mubarok melaporkan terkait data guru di Jawa Barat.
“Tercatat ada 475.000 guru di Jawa Barat. Dari jumlah tersebut, 31.745 guru di antaranya berada di Kabupaten Bandung” ungkapnya.
“Sementara yang masuk kategori guru penggerak di Kabupaten Bandung tercatat 510 orang. Dari jumlah itu, 283 orang sudah memenuhi syarat jadi kepala sekolah” terangnya.
Dalam penyampaian sambutannya, Dede Yusuf menyinggung soal ojol, seiring dihapusnya jurusan IPA, IPS dan Bahasa di tingkat SMA atas dasar kurikulum merdeka, yang tentu saja hal tersebut mengakibatkan guru yang bersangkutan berpotensi kehilangan jampel.
“Jangan samakan guru dengan ojek online (ojol). Besar kecilnya gaji yang diterima berdasarkan banyak sedikitnya tarikan” papar awal Dede Yusuf.
“Kasus cleansing guru honorer, juga salah satunya karena tidak terpenuhi kewajiban jam mengajar. Saya menolak dan tidak setuju profesi guru ditentukan banyak sedikitnya jampel layaknya tarikan ojol” tandas Dede Yusuf.
Atas permasalahan yang dibahas tersebut, Dede Yusuf pun berjanji akan membawa masalah ini ke menteri saat rapat kerja.
Reporter : Jajang Muhtar
Editor : Ummy Adjie















