Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Siraman Rohani

Ciri Sifat Rendah Hati, Akui Eksistensi Orang Lain Berkontribusi Dalam Hidupnya

×

Ciri Sifat Rendah Hati, Akui Eksistensi Orang Lain Berkontribusi Dalam Hidupnya

Sebarkan artikel ini

Ciri Sifat Rendah Hati, Akui Eksistensi /Keberadaan Orang Lain Berkontribusi Dalam Hidupnya
Oleh : Idat Mustari

BANDUNG | Forwacinews.com – Siraman Rohani edisi Jum’at 8 November 2024, disampaikan oleh, Idat Mustari / Tokoh Pemerhati Sosial dan Keagamaan.

Bertema “Belajar Berendah Hati”.

Adakah seseorang sukses meraih cita-citanya karena dirinya sendiri tanpa bantuan orang lain ? Maka tidak akan pernah ada. Tidak ada orang jadi apapun tanpa campur tangan orang lain.

Tidak akan pernah ada orang ujug-ujug jadi anggota dewan, jadi bupati, walikota, gubernur, presiden, jadi pengusaha, jadi direktur, dan jadi apapun  pasti ada campur tangan orang lain. Semua itu adalah karunia Allah yang sejatinya disyukuri oleh setiap orang.

Kesuksesan seorang atasan tak lepas dari kontribusi bawahannya. Demikian sebaliknya, bawahan akan tumbuh berkembang atas dukungan atasan. Maka sudah sepatutnya untuk saling menguatkan, membantu dan membesarkan.

Kesadaran bahwa aku tak bisa berdiri sendiri akan melahirkan sifat rendah hati. Sebaliknya jika kesadaran ini hilang, merasa bahwa tercapainya kesuksesannya karena merasa oleh dirinya sendiri akan melahirkan sifat arogan. Allah Swt mengingatkan dalam Firman-Nya,” Dan janganlah kamu memalingkan wajah dari manusia (karena sombong) dan janganlah berjalan di bumi dengan angkuh. Sungguh, Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membanggakan diri.” (QS.Luqman:18).

Kerendahan hati lah yang akan membuka jiwa tuk senantiasa membuka diri menerima nasihat yang baik dari orang lain. Kerendahan hatilah yang bisa menerima—menghargai posisi kedudukan orang lain. Dan kerendahan hatilah yang membuat pintu surga kelak di akhirat terbuka. Sebab memang surga di akhirat kelak pintunya tertutup rapat bagi mereka yang mempunyai kesombongan meskipun hanya sebesar biji sawi.

Bisa berendah hati tidak lah mudah. Bisa berendah hati tidak lah bisa dimiliki oleh setiap orang. Hanya hamba Allah yang di sayang oleh Maha Penyayang. ( ‘ Ibadurrahman ) yang mampu berendah hati.

Untuk itu tentu harus terus belajar berendah hati sebagai cara belajar mengeja makna kehidupan yang diliputi kebahagiaan. Ah, semoga saja orang yang sedang belajar hal itu adalah aku dan kamu.

Wallaahu’alam
Salam Takjim

Sumber : Ustadz Idat Mustari/Tokoh Pemerhati Sosial dan Keagamaan
Reporter : Yudika Adjie/Arif/Ummy

Example 300250

Tinggalkan Balasan