KAB. BANDUNG | Forwacinews.com –
Bupati Bandung Bedas Dr. H. M. Dadang Supriatna, S.I.P., M.Si. didampingi Bunda Bedas Hj. Emma Dety dan jajaran adakan acara temu kangen dan deklarasi relawan Bedas, Hari ini Rabu (19/6/2024), pukul 15:30 WIB.
Berlangsung semarak dihadiri ribuan massa relawan Bedas, bertempat di Lio Bata Sapan DS, Desa Tegalluar Kec. Bojongsoang, Kab. Bandung.
Diawali yel-yel Kabupaten Bandung, Bedas -Bedas – Bedas – Lanjutkan, acara Temu Kangen dan Deklarasi Relawan BEDAS dimulai.
Berdasarkan pantauan tim Lipsus Forwacinews.com yang meliput langsung di lokasi, kehadiran Dadang Supriatna dan Bunda Bedas Hj. Emma Dety di lapangan Lio Bata disambut riuh para relawan Badas yang sudah berjam-jam menunggu di Lokasi.
Hingga MC semangati berkata “Biarkan kamera banyak merekam acara ini yaitu temu kangen dan deklarasi relawan Bedas, agar jadi momentum yang tidak akan terlupakan”. Supaya Bandung Bedas makin bengras” ujarnya bersemangat.

Giatan ini banyak dihadiri oleh para relawan Bedas dari berbagai daerah, yakni Relawan dari 270 Desa dan 10 Kelurahan wilayah Kabupaten Bandung, para wartawan, Tokoh masyarakat dan masyarakat luas pada umumnya.
Hal unik. Uraian kronologis, sejarah dan perjuangan sosok Kang DS dari awal hingga jadi Bupati Bandung, dan siap lagi lanjutkan Bedas Kabupaten Bandung lanjutkan.
Kali ini secara lengkap redaksi beberkan lewat pantauan langsung yang terhimpun Tim Lipsus Forwacinews.com.
Motivasi Kang DS dalam Narasi
Berawal dari usaha pembakaran bata, semua adalah batas perjuangan, konsistensi dan kerja keras.
Menjadi bupati bukanlah capaian pribadi tetapi dorongan dan usaha banyak orang yang percaya bahwa bupati itu mungkin dan harua diwujudkan, maka dari itu saya terus belajar pada masyarakat.
Bedas adalah napas perjuangan setiap orang di kabupaten Bandung yang setiap hari bertahan untuk hidup yang lebih baik.
Bedas adalah sikap berjuang bersama mewujudkan cita cita perubahan, dan kita bersama mewujudkannya.

Kerja siang malam, mengurai satu persatu masalah yang telah lama diabaikan. Meski 3.5 tahun bukan waktu yang cukup, tapi kerja perubahan itu setiap detiknya terus kita lakukan.
Sebagaimana bambu yang terus menguatkan di akar terus tumbuh menjulang ke angkasa, fondasi perubahan itu telah ditanamkan.
Rencana panjang telah dimulai dari niat baik, itu tidak boleh terhenti, sebab masih banyak masalah yang perlu kita hadapi, masih banyak kerja yang perlu kita tuntaskan.
Saya mengajak kepada seluruh masyarakat kabupaten Bandung untuk bersama sama melanjutkan niat baik itu, menyempurnakan apa yang sudah dimulai untuk kabupaten Bandung yang lebih maju dan lebih sejahtera.
Bandung yang lebih BEDAS
Reporter : Tim Lipsus Forwaci
Editor : Yudika/Arif/Ummy















