Refleksi HUT RI ke-81, Ketika Kemeriahan Berubah Menjadi Luka
CICALENGKA, Kabupaten Bandung. ForwaciNews – Rabu 19 Agustus 2026
Semarak peringatan HUT ke-81, Senin 17 Agustus 2026, Hari Kemerdekaan Republik Indonesia di Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung, harus terhenti di tengah jalan.
Merah Putih berkibar. Ribuan warga tersenyum, siap berpawai. Kreasi yang disiapkan berbulan-bulan, payung berwarna-warni, dan semangat gotong royong menjadi pemandangan indah di pagi hari. Harapannya satu: perayaan yang damai.
Namun harapan itu pupus. Perayaan yang seharusnya menjadi pesta rakyat berubah menjadi kericuhan. Konsumsi minuman keras, obat-obatan terlarang, dan emosi yang tak terkendali mengubah arah hati. Amarah meledak. Aparat keamanan terluka. Karnaval terpaksa dihentikan. Sembilan desa terpaksa pulang dengan rasa kecewa yang mendalam.
Peristiwa ini menjadi cermin bagi kita semua.
Saya, Yudika Adjie selaku Penulis Pemerhati Pembangunan Desa juga Pegiat Literasi Arsip Digital coba saling mengingatkan dan mengajak kepada semua.
“Ingatlah Saudara — Kemerdekaan bukan cuma kibarkan bendera. Kemerdekaan adalah menaklukkan hawa nafsu sendiri. Tanpa disiplin, pesta hanyalah tanda kelemahan. Jangan biarkan kemeriahan, melahirkan kehinaan.”
Kami mengajak seluruh elemen masyarakat Cicalengka dan Kabupaten Bandung untuk menjadikan momentum ini sebagai bahan introspeksi. Mari perbaiki diri, jaga lingkungan, dan tinggalkan segala bentuk racun yang merusak generasi.
Agar tahun depan, peringatan kemerdekaan kita sungguh bermakna, tertib, dan damai.
Dirgahayu Indonesiaku.
MERDEKA!
Penulis: Yudika Adjie Wartawan Pemerhati Pembangunan Desa / Aktivis Literasi Arsip Digital











