BANDUNG | Forwacinews.com – Rekam Jejak. Hampir dua pekan diam dan bungkamnya Piar Pratama SH sosok praktisi hukum (Advokat) sekaligus Ketua Umum Komite Pencegahan Korupsi Jawa Barat (KPK Jabar) yang dikenal keras teriakannya dalam mengkritisi oknum pejabat – pejabat yang korup di Kabupaten Bandung.
Barang tentu hal itu mengundang banyak pertanyaan publik tak terkecuali tim Lipsus para awak media. Ada apa gerangan yang terjadi pada Piar Pratama Ketum KPK Jabar tersebut?
Menyeruak isu konon kabarnya, diamnya Piar itu diasumsikan banyak pihak ada dugaan sejak dia bertemu Bupati Dadang Supriatna beberapa hari lalu disinyalir telah terjadi transaksional politik yang disepakati diantara keduanya. Tentu saja hal tersebut ditolak mentah – mentah Piar Pratama.
Melalui telekonferensi, voice note hingga membuatkan satu video langsung dari Piar Pratama di WhatsApp berisikan pengakuannya yang dialamatkan kepada banyak tim media Lipsus. Pada Hari Sabtu (11/5/2024).

“Terimakasih kepada rekan rekan media, ijin saya menyampaikan sesuatu hal yang mungkin tujuannya bukan berarti ini justifikasi atau pembenaran tapi lebih ke arah meluruskan” ucap Piar diawal keterangannya melalui kiriman Voice note dan Video.
“Selama kurang lebih dua pekan memang saya istirahat penuh karena sakit, namun asumsi dan informasi hoax yang berkembang begitu banyak sampai kepada saya” katanya.
Dikatakan Piar, santernya dugaan dan isu sampai kepadanya, seolah diamnya dia, bahwa takut dan Piar sudah damai, bahkan dikatakan telah terjadi transaksional politik sejak bertemu Kang DS dan banyak lagi informasi informasi jelek yang bertubi-tubi sampai ke telinganya.
Ditegaskannya. Begitu banyak asumsi – asumsi dan spekulasi negatif berkembang saat ini. Ada yang bilang politiklah, ada yang bilang seolah ini transaksional.
“Disini saya tegaskan. Bahwa itu semuanya tidaklah benar dan semata fitnah bagi saya” tegas Piar lantang.
“Selanjutnya juga terkait sesuatu hal yang terjadi kepada saya, mungkin intimidasi verbal yang saya alami ini bukan saja terjadi satu kali atau dua kali, bahkan sering” paparnya.
“Bukan berarti saya tidak melakukan langkah hukum, tapi saya masih ingat kejadian tahun lalu pun ketika saya diintimidasi verbal, manakala sudah jelas bukti CCTV-nya ada, pelakunya ada, tapi sampai saat ini juga belum ditemukan” beber dia selanjutnya.
Pengakuan Piar. Dengan kejadian intimidasi verbal yang dilakukan oleh oknum oknum yang tidak bertanggungjawab, tidak membuat nyalinya ciut. Justru membuat nyalinya semakin berani.
” Pada prinsipnya begini. Intimidasi verbal yang saya alami itu membuat saya semakin berani, bukannya malah membuat saya semakin takut yah” tegasnya.
“Di sini saya masih tabayun dan mempercayai kinerja para aparat penegak hukum khususnya pihak kepolisian, karena saya berteman baik juga dengan pihak kepolisian bahkan keluarga sayapun juga bukan satu atau dua orang yang menjadi polisi” ungkapnya.
Penegasan Piar lainnya. Sebagai Ketum KPK Jabar dia nyatakan masih tetap on the track dan masih tetap tegak lurus. Peran sertanya dalam upaya pencegahan dan pemberantasan tindak korupsi itu tentunya berdasarkan Peraturan Pemerintah RI Nomor 43.
“Tunggu saja tanggal mainnya, saya akan melawan dan menyikat habis tikus – tikus oknum pejabat korup pengadu domba dan sok bersih yang banyak memakan uang rakyat hingga ke akar – akarnya”‘ tandasnya penuh semangat.
“Insya Allah saya yakin akan ada campur tangan Allah membantu saya untuk menguak dan melawan oknum oknum yang berprilaku korup khususnya di kabupaten Bandung dan umumnya di Jawa Barat” tutupnya.
Narsum : Voice Note/Video Piar Pratama SH
Reporter : Tim Lipsus















