Mau Nyalon Kades? Siap-Siap Kelola Desa Cuma Pake 300 Juta – 500 Juta
BANDUNG. ForwaciNews – Menjelang PILKADES Serentak 2027, para Bacalon hingga ditetapkan nantinya jadi calon Kepala Desa di Kabupaten Bandung dihadapkan pada dilema besar. Rabu, 12/8/2026.
Berdasarkan data dan penelusuran Tim Media FNC, rata-rata Dana Desa 3 tahun sebelumnya di Kab. Bandung ada di kisaran Rp800 juta – Rp1,2 Milyar/tahun per desa. Kini, alokasinya dipangkas signifikan menjadi Rp300 juta – Rp500 juta/tahun per desa.
Pemangkasan tersebut merupakan kebijakan Pemerintah Pusat tahun 2026 untuk mendukung Program Koperasi Desa Merah Putih. Hal ini tertuang dalam Peraturan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Nomor 1 Tahun 2025 tentang Petunjuk Teknis Dana Desa. Dalam Pasal 15 ayat 3 disebutkan penyesuaian alokasi Dana Desa untuk mendukung implementasi KDMP dihitung sebesar 58,03% dari pagu Dana Desa setiap Desa. Akibatnya sisa dana yang diterima desa menjadi lebih terbatas.
Penurunan drastis ini diakui beberapa narasumber yang berhasil dihimpun Tim Media FNC hasil konfirmasi, diskusi dan wawancara lapangan dari kalangan Kepala Desa petahana, mantan Kepala Desa, dan Anggota BPD Aktif. (Red).
“Dengan anggaran 300-500 juta, kita harus benar-benar putar otak. Prioritas wajib ke BUMDes dan program pemberdayaan yang berdampak langsung,” ungkap beberapa Kades petahana dalam diskusi bersama Tim Media FNC. (Red)
“Ini jadi saringan alami. Yang maju nyalon berarti benar-benar karena niat mengabdi, bukan karena proyek,” ujar narasumber mantan Kades lainnya senada. (Red)
Para Kades petahana yang dikuatkan keterangan BPD yang terhimpun (Red), juga menegaskan efisiensi ini harus disikapi bijak.
“Jangan sampai efisiensi anggaran membuat semangat mengabdi juga ikut efisien. PILKADES 2027 harus melahirkan pemimpin desa yang visioner, kreatif, dan mampu memaksimalkan potensi desa dengan dana terbatas,” tegas mereka.
Sebagai Media informasi aktif, Tim Media FNC akan terus mengawal jalannya PILKADES 2027 sebagai bentuk kontrol sosial demi transparansi dan demokrasi desa yang sehat.
Author: Yudika Adjie
Editor: Tim Media FNC
















