Prolog : Hikmah Dibalik Ejekan dan Hinaan Manusia Datangkan Kebenaran Allah Buktikan Anugrah Adalah Kuasa-Nya
BANDUANG | Forwacinews.com – Viralnya video saat Pak Sunhaji seorang penjual es teh yang diolok-olok dengan lontaran kata kasar di hadapan banyak umat di Pengajian oleh Utusan Khusus Presiden Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan, yang bernama Miftah Maulana Habiburrahman atau Gus Miftah.
Hal ini jadi sorotan khalayak banyak dan para Netizen Medsos hingga tokoh ternama turut mengkritisi dengan tajam sesuai persepsinya yang pada intinya menyesalkan perlakuan sikap Gus Miftah kepada penjual Es Teh yang videonya viral tersebut.
Idat Mustari sebagai salah satu Tokoh Pemerhati Sosial dan Keagamaan ternama yang tinggal di Bandung Jawa Barat secara khusus sampaikan kritik keagamaannya atas tragedi Penjual Es dan Gus Miftah tersebut via corong media FNC, Kamis 5/12/2024.
Simak tulisan Idat Mustari secara lengkapnya :
Saat melihat cuplikan video . Hati pun terusik,Pertama, Saya sedih melihat wajah Pak Sunhaji yang hanya terdiam saja ditengah-tengah kerumunan jamaah pengajian.
Kedua, saya geram sama Gus Miftah, dan antipati pada mereka yang sepanggung dengan Gus Miftah,sebab pasti mereka hapal dengan Surat Al-Hujarat ayat 11 :
“Hai orang-orang yang beriman janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan janganlah sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan Janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memangil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah panggilan yang buruk sesudah iman dan barang siapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang zalim.”
Ternyata dua reaksi sesaat saya, boleh dianggap salah. Sebab Pak Suhanji tidak bersedih. Justru setelah kejadian itu, banjir hadiah, ada yang kasih uang untuk modal usaha. Ada yang menawarkan untuk memberangkatkan Umrah, bahkan ada yang menawarkan bea siswa untuk anak-anaknya.
Allah telah menunjukan kebenaran dari Firman-Nya,”: “Boleh jadi kalian membenci susatu padahal ia baik untuk kalian, boleh jadi kalian menyenangi sesuatu padahal ia buruk bagi kalian. Dia Yang mengetahui sedangkan kalian tidak mengetahui.” ( QS. 2 : 216).
Dengan Ke+Maha Lembutan-Nya, Allah mengingatkan kita semua, bahwa dibalik hinaan manusia tersimpan Anugerah-Nya. Andaikan pak Suhanji tidak mendapatkan ejekan pada malam itu, mana mungkin Pak Suhanji banjir simpati dari semua orang.
Sepatutnya saya pun meminta maaf pada Gus Miftah, karena telah menyimpan kebencian kepadanya, bahkan saya ingin mengucapkan terimakasih.
“ Terimakasih Gus, karena sampeyan, Pak Suhanji pun hidupnya mendadak berubah banjir hadiah.”
Narasumber : Idat Mustari/Pemerhati Sosial dan Keagamaan
Editor : Adjie Emende















